RSS

Penerapan Metode Role Playing Pada Sub Pokok Bahasan Aritmatika Sosial Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VII-D SMP Negeri 1 Silo Tahun Pelajaran 2010/2011

31 Jul

ABSTRACT

 Age of children in Junior High School is represent age when still like to playing something so its influencing students characteristic in they learning process. One of alternative study method which can be developed to fulfill the demand is role playing method. Its Target is easier student to understanding the lesson items, feel to like in course of study and also easy to remember the lesson items which have been submitted by the teacher. The subject of this research is grade VII-D students of SMP Negeri 1 Silo. The data collecting methods used in this research is observation, interview, documentation, and test.

Keyword: Role Playing, Students Activities, Students Learning Completeness

PENDAHULUAN

Pengajaran matematika di setiap jenjang persekolahan pada dasarnya mengacu pada dua tujuan pokok yaitu tujuan yang bersifat formal yang memberi tekanan pada penataan nalar serta pembentukan pribadi anak, dan tujuan yang bersifat material yang memberi tekanan pada kemampuan memecahkan masalah dan penerapan matematika, baik dalam bidang matematika maupun untuk bidang ilmu lainnya (Soedjadi, 2000:45). Menurut Sudjana (1991) inti dalam proses pembelajaran adalah kegiatan belajar peserta didik. Dalam hal ini guru sebagai pengajar dan pembimbing harus mampu menerapkan pendekatan yang baik sehingga dapat meningkatkan kadar kegiatan belajar siswa sebagai salah satu upaya untuk memperbaiki mutu pendidikan matematika.

Selain faktor dari siswa dan guru itu sendiri ada beberapa faktor yang juga perlu diperhatikan dalam proses pembelajaran. Salah satunya adalah metode dan model pembelajaran yang digunakan oleh guru tidak sesuai dengan materi pembelajaran sehingga materi yang diterima oleh siswa sulit dipahami dan dimengerti. Soekarwati (1995) mengatakan bahwa diduga penyebab kegagalan siswa adalah model atau metode pembelajaran yang diberikan oleh guru kurang sesuai dengan tingkat berfikir siswa. Oleh karena itu guru harus melatih siswa dengan menggunakan berbagai metode dan model yang bervariasi sehingga pada saat proses pembelajaran agar para siswa merasa nyaman dan mudah untuk memahami dan menerima materi yang diberikan oleh guru.

Usia anak SMP kelas VII merupakan usia dimana anak masih suka bermain sehingga sedikit banyak mempengaruhi karakteristik siswa dalam proses belajarnya. Dalam bermain juga terjadi proses belajar yang dapat merubah tingkah laku, sikap dan pengalaman. Mata pelajaran Matematika pokok bahasan aritmatika sosial sesungguhnya dapat disajikan dengan menggunakan metode bermain peran, karena pada bab ini berisi tentang alur yang sistematis sehingga dapat dilakukan dengan menggunakan permainan. Hal ini dilakukan karena selama ini materi aritmatika sosial di SMP Negeri 1 Silo masih menggunakan metode ceramah dan diskusi (berdasarkan wawancara dengan guru matematika kelas VII D SMP Negeri 1 Silo), dimana siswa hanya memperhatikan ceramah dan kemudian diskusi dalam pengerjaan soal-soal latihan dari guru tanpa terlibat aktif dalam belajar mengajar, sehingga pesan yang ingin disampaikan dari materi pelajaran sulit dapat diterima oleh siswa.

Untuk dapat menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, dalam belajar perlu adanya kecakapan, pemahaman, inisiatif dan kreativitas dari pihak guru dalam menggunakan model dan media pembelajaran sehingga pesan yang ingin disampaikan dari materi yang diberikan dapat berhasil dengan baik (Mursell dan Nasution, 1995:3). Salah satu alternatif metode pembelajaran yang dapat dikembangkan untuk memenuhi tuntutan tersebut adalah metode pembelajaran bermain peran (Role Playing). Metode ini juga dapat digunakan apabila pelajaran dimaksudkan untuk menerangkan suatu peristiwa yang didalamnya menyangkut hal, dan berdasarkan pertimbangan didaktik lebih baik didramatisasikan daripada diceritakan, karena akan lebih jelas dan dapat dihayati oleh siswa. Metode bermain peran (Role Playing) sangat menyenangkan dan juga menuntut adanya kecerdasan, ketegasan dan ketangkasan serta adanya kerja sama dari siswa. Salah satu tujuan diterapkannya metode pembelajaran bermain peran (Role Playing) adalah agar siswa lebih mudah dalam memahami suatu materi pelajaran, merasa senang dalam proses pembelajaran serta mudah mengingat materi yang telah disampaikan guru.

Metode Role Playing atau bermain peran adalah salah satu cara penguasaan bahan-bahan pelajaran melalui pengembangan imajinasi dan penghayatan siswa. Pengembangan imajinasi dan penghayatan itu dilakukan siswa dengan memerankannya sebagai tokoh hidup atau benda mati. Metode ini banyak melibatkan siswa dan membuat siswa senang belajar. Dengan menerapkan metode bermain peran akan terjadi suasana yang menggembirakan bagi siswa selama belajar. Metode role playing dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi pelajaran yang sedang dipelajari. Dengan melakukan peran suatu kasus pada materi pelajaran yang sedang dibahas, para siswa bersangkutan diharapkan dapat menghayati kejadian itu, sehingga pemahaman dan sikap mereka terhadap mata pelajaran matematika khususnya materi aritmatika sosial semakin meningkat.

Berdasarkan uraian di atas, rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana penerapan metode role playing (bermain peran), aktivitas siswa dan ketuntasan belajar siswa.

Selengkapnya silakan download: ARTIKEL PENERAPAN METODE ROLE PLAYING PADA SUB POKOK BAHASAN ARITMATIKA SOSIAL

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 31 Juli 2014 in About Me, Matematika

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: